Sigli – Wakil Bupati Pidie Alzaizi Umar secara resmi melantik tujuh Keuchik di Kecamatan Muara Tiga, Kabupaten Pidie, Selasa (10/2/2026). Pelantikan berlangsung di Aula Kantor Camat Muara Tiga.
Tujuh keuchik yang dilantik masing-masing Keuchik Gampong Mesjid M. Daud Safari, Keuchik Gampong Tgk Dilaweung Idris, Keuchik Gampong Kupula Fakhrul Munir, Keuchik Gampong Blang Raya Suhadi, Keuchik Gampong Ie Masen Arif Fadhillah, Keuchik Gampong Sagoe Tgk Subki, dan Keuchik Gampong Deyah Zakaria.
Dalam arahannya, Alzaizi Umar menegaskan agar para keuchik yang baru dilantik mengelola dana desa secara transparan serta menjalin koordinasi dengan Tuha Peut Gampong (TPG) dan pihak kecamatan. Hal tersebut dinilai penting agar pengelolaan keuangan gampong lebih terarah dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Pergunakan amanah jabatan ini dengan sebaik-baiknya selama enam tahun ke depan untuk mensejahterakan masyarakat serta memberikan pelayanan yang optimal,” ujar Alzaizi.
Wabup Pidie juga menekankan bahwa keuchik memiliki tanggung jawab penuh terhadap penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan gampong. Ia meminta agar para keuchik menghindari konflik internal serta membangun komunikasi yang baik dengan TPG dan tokoh masyarakat guna menjaga persatuan di gampong.
Selain itu, Alzaizi mengingatkan agar perbedaan pilihan saat pemilihan keuchik ditinggalkan. Para keuchik diminta merangkul seluruh lapisan masyarakat serta terus berkoordinasi dengan Muspika agar setiap persoalan dapat diselesaikan secara musyawarah.
Ia juga menekankan pentingnya keterbukaan kepada masyarakat, khususnya dalam pengelolaan keuangan gampong. Menurutnya, keuchik dan TPG harus saling bahu-membahu dalam membangun gampong agar ke depan menjadi lebih baik.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Pidie mendorong optimalisasi pengelolaan Badan Usaha Milik Gampong (BUMG) dan Koperasi Merah Putih sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyarakat gampong.
Selain itu, Alzaizi mengajak masyarakat Kecamatan Muara Tiga untuk kembali menggalakkan budaya gotong royong guna menjaga kebersihan lingkungan, sebagai langkah antisipasi banjir dan penyebaran penyakit. Pemerintah daerah, kata dia, akan mendukung pelayanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam pengelolaan sampah di wilayah tersebut.
Editor : Amiruddin MK









