Home / Daerah

Jumat, 13 Februari 2026 - 11:53 WIB

Bantuan Sapi Meugang Diminta Berpihak pada Peternak Lokal Aceh

- Penulis Berita

Muharamsyah,SH

Muharamsyah,SH

Sigli – Bantuan sapi Meugang senilai Rp50 juta per desa untuk 1.455 desa di Aceh dinilai harus dimanfaatkan secara tepat agar benar-benar berdampak bagi peternak lokal.

Program yang digulirkan Presiden Prabowo Subianto itu memiliki total anggaran mencapai Rp72,75 miliar dan dinilai strategis untuk menggerakkan ekonomi rakyat jika dikelola dengan kebijakan yang berpihak.

Advokat di Pidie, Muharamsyah, mengatakan bantuan tersebut tidak boleh dipahami sebatas program seremonial menjelang Meugang. Menurut dia, kunci keberhasilan program terletak pada kebijakan pengadaan sapi oleh pemerintah kabupaten dan kota di Aceh.

“Pertanyaannya sederhana, apakah dana sebesar itu akan menguatkan peternak lokal, atau justru kembali bocor ke luar daerah. Di sinilah ujian keberpihakan kepala daerah,” kata Muharamsyah kepada media ini, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga :  Empat Anggota DPRK PAW Akan dilantik Besok

Ia menegaskan, pemerintah daerah seharusnya membeli Tumpun Sapi Aceh yang telah ditetapkan sebagai rumpun ternak nasional melalui SK Menteri Pertanian Nomor 2907/Kpts/OT.140/06/2011 dan diperkuat dengan SNI 7651-3:2020.

“Membeli sapi Aceh bukan soal sentimen kedaerahan, tetapi soal perlindungan peternak kecil dan keberlanjutan plasma nutfah. Selama ini peternak sapi Aceh tertekan karena pasar didominasi sapi Bali dan Brahman,” ujarnya.

Muharamsyah menilai, tanpa kebijakan afirmatif, sapi Aceh berpotensi semakin tersisih. Jika hal itu terjadi, Aceh bukan hanya kehilangan komoditas ekonomi, tetapi juga kehilangan identitas genetika ternak asli daerah.

Ia menyebutkan, dengan perhitungan Rp50 juta dikalikan 1.455 desa, terdapat perputaran dana Rp72,75 miliar yang sepenuhnya dapat dinikmati peternak lokal jika pengadaan dilakukan di Aceh. Dampaknya tidak hanya pada penjualan sesaat, tetapi juga pada peningkatan populasi, perbaikan kualitas bibit, serta mendorong regenerasi peternak.

Baca Juga :  King Naga Desak Kepala Yayasan Al - Ihsan, Pecat Oknum Kepsek MTS Atas Pengakuan Aniaya Terhadap Siswi nya.

“Jika sapi didatangkan dari luar daerah, maka yang terjadi justru paradoks: bantuan untuk rakyat Aceh, tetapi uangnya keluar Aceh,” kata dia.

Menurut Muharamsyah, Meugang sebagai tradisi kultural masyarakat Aceh seharusnya menjadi pintu masuk penguatan ekonomi lokal. Karena itu, keputusan membeli sapi Aceh merupakan pilihan politik ekonomi yang akan menentukan arah masa depan peternakan dan kesejahteraan masyarakat Aceh.

“Para bupati dan wali kota kini berada di persimpangan. Apakah Rp72,75 miliar ini hanya habis untuk perayaan sesaat, atau menjadi fondasi kebangkitan peternakan Aceh. Sejarah akan mencatat pilihan itu,” pungkasnya.

Editor : Amiruddin MK

Share :

Baca Juga

Daerah

Warga Pertanyakan,Jalan Poros desa sudah 2 periode Belum juga Di Bangun 

Daerah

Diduga Wakil Ketua DPRD Lampung Timur Dari Partai Gerindra Hanif Fauzi,SE Menggelapkan Mobil Partai Gerindra

Daerah

Perbup Lebak No 9 Tahun 2025 Tentang Tata Cara Pemilihan Kepala Desa Antar Waktu, Pasal 15 Ayat 1 Tuai Polemik

Daerah

King Naga Desak Kepala Yayasan Al – Ihsan, Pecat Oknum Kepsek MTS Atas Pengakuan Aniaya Terhadap Siswi nya.

Daerah

Transparansi Advertorial Kominfo Sidoarjo Dipertanyakan Publik

Daerah

BKPRMI Aceh Timur Bagikan 1.200 Paket Sembako untuk Korban Bencana

Daerah

Pidie Terima Bantuan Perbaikan Rumah Korban Siklon Senyar

Daerah

Umur dan Kesehatan sebagai Modal Ibadah

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!