Home / Ekbis

Senin, 27 April 2026 - 19:59 WIB

“Aku Tidak Sabar untuk Pergi ke Sekolah Besok…”

- Penulis Berita

Kalimat itu mungkin terdengar sederhana. Tapi bagi banyak orang tua, artinya besar sekali.

Tidak semua anak bangun pagi dengan semangat untuk berangkat ke sekolah. Ada yang harus dibujuk, ada yang merasa cemas, bahkan ada yang merasa tidak nyaman. Bagi mereka, sekolah hanya sekadar tempat belajar—bukan tempat yang terasa menyenangkan.

Sekarang bayangkan kalau seorang anak berkata dengan tulus:
“Aku nggak sabar ketemu teman-teman lagi di sekolah.”
“Aku mau cerita ke guruku hari ini.”

Di situlah perbedaannya mulai terasa.

Sekolah bisa menjadi tempat di mana anak merasa dilihat dan dihargai. Karena pada dasarnya, setiap anak ingin diperhatikan, didengarkan, dan dipahami – bukan hanya sebagai “siswa”, tapi sebagai individu dengan cerita, emosi, dan keunikan masing-masing.

Di lingkungan yang hangat, guru tidak hanya mengajar dari depan kelas. Mereka hadir – duduk bersama, mendengarkan, tertawa, dan benar-benar mengenal muridnya. Mereka tahu kapan anak butuh dorongan, dan kapan hanya butuh ditemani.

Baca Juga :  Barantum Dorong Engagement Pelanggan lewat WhatsApp CRM

Saat anak merasa diterima, mereka jadi lebih terbuka. Mereka berani mencoba hal baru. Mereka tidak takut gagal dan lebih cepat bangkit saat menghadapi kesulitan.

Lebih dari Sekadar Sekolah

Ada sekolah dengan fasilitas lengkap. Ada juga yang unggul secara akademik.

Tapi ada hal yang tidak bisa diukur dengan angka:

Perasaan seperti “pulang” saat melewati gerbang sekolah. Disambut dengan senyuman. Dipanggil dengan namanya.Dan merasa, “Aku memang bagian dari tempat ini.”

Lingkungan seperti ini tidak terbentuk begitu saja. Ia tumbuh dari hubungan antara guru, siswa, orang tua, dan komunitas yang saling peduli.

Kenangan yang Akan Mereka Bawa Selamanya

Suatu hari nanti, anak-anak mungkin akan lupa rumus atau ujian yang pernah mereka hadapi.

Tapi mereka tidak akan lupa:

  > Siapa yang membuat mereka percaya diri

Baca Juga :  Bharat Corner Resmi Hadir di Unsrat, Perkuat Kerja Sama Akademik Indonesia–India

  > Siapa yang selalu ada saat mereka kesulitan

  > Dan bagaimana rasanya berada di tempat yang menerima mereka apa adanya

Sekolah yang terasa “homey” meninggalkan kesan yang jauh lebih dalam dari sekadar akademik. Ia menjadi bagian dari perjalanan hidup mereka.

Saat Sekolah Menjadi Tempat yang Nyaman

Ini bukan sekadar harapan. Semakin banyak sekolah yang menyadari bahwa kenyamanan emosional adalah fondasi penting dalam proses belajar.

Salah satunya adalah New Zealand School Jakarta.

Dengan pendekatan yang hangat, komunitas yang erat, dan hubungan dekat antara guru, orang tua, dan murid, sekolah ini menghadirkan suasana di mana anak-anak tidak hanya belajar, tapi juga merasa diterima.

Dan mungkin, tanpa disadari, momen paling berarti bagi orang tua adalah ketika anak mereka berkata:

“Aku tidak sabar untuk pergi ke sekolah besok…”

Press Release juga sudah tayang di VRITIMES

Share :

Baca Juga

Ekbis

Hasil Kuartal I-2026, Krakatau Steel (KRAS) Fokus pada Efisiensi dan Keberlanjutan

Ekbis

Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen

Ekbis

Bin Zayed International Jajaki Investasi Air Bersih Jakarta, PAM JAYA Tegaskan Kolaborasi untuk Percepatan Layanan 100 Persen

Ekbis

Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

Ekbis

Sistem Teknologi LRT Jabodebek Jadi Kunci Keselamatan Operasional untuk Kenyamanan Pelanggan

Ekbis

Masih Maraknya Pinjol Ilegal, Adapundi Berikan Literasi dan Inklusi Keuangan pada Mahasiswa dan UMKM di Bali

Ekbis

Bank Raya Gencarkan Program Loyalitas Nasabah, Dukung Perwujudan Percepatan Inklusi Keuangan Digital Nasional

Ekbis

Sistem Teknologi LRT Jabodebek Jadi Kunci Keselamatan Operasional untuk Kenyamanan Pelanggan

You cannot copy content of this page

error: Content is protected !!